– Menurut penelitian, individu dengan kecerdasan tinggi, jika tinggal di masyarakat yang sangat religius, cenderung lebih menolak dogma, karena mereka lebih resisten terhadap penyesuaian. Lalu, apa alasannya?
– Tidak diragukan lagi, agama kita adalah agama yang masuk akal dan logis. Namun, orang-orang menolak agama. Misalnya Jepang. Sekitar 70% penduduk negara itu adalah ateis. Di sisi lain, tingkat IQ yang dimiliki orang Jepang tidak ada di negara lain. Apa penyebabnya?
Saudara kami yang terhormat,
– Klaim ini
-Dari sudut pandang yang berkaitan dengan Islam-
Kami tidak setuju. Karena di antara para ulama Islam terdapat orang-orang yang sangat cerdas, yang tidak ada orang yang mencapai tingkat keilmuan mereka saat ini. Keberadaan orang-orang ini saja sudah membantah klaim tersebut atas nama Islam.
– Kemungkinan besar orang cerdas menjadi ateis mungkin berlaku untuk agama-agama lain. Karena kontradiksi yang ada di dalamnya menyebabkan hasil ini. Buktinya, jika dilihat pada angka-angka konversi agama, angka tersebut sangat tinggi di agama-agama lain, sedangkan di agama Islam sangat rendah, dan ini merupakan bukti lain dari fakta tersebut.
– Konversi sejumlah ateis ke Islam saat ini juga merupakan bukti kesesuaian Islam dengan akal. Di Amerika, hampir satu juta orang menjadi Muslim setiap tahun. Angka ini lebih tinggi di negara-negara seperti Eropa dan Rusia. Islamisasi juga meningkat pesat di negara-negara Asia Timur.
Jadi, orang-orang cerdas tidak bisa melepaskan diri dari Islam begitu mereka mengenalnya.
Salam dan doa…
Islam dengan Pertanyaan-Pertanyaan
Komentar
Serap ÇETİN
Saya telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak orang. Dan ini adalah jawaban terbaik yang pernah saya dapatkan. Terima kasih banyak, semoga Allah membalas kebaikan Anda.
vrltrkylmz.
Alhamdulillah.
dalyandadas
Jika kecerdasan tidak bersatu dengan iman, maka kecerdasan akan bersatu dengan kesombongan. Jika ilmu datang, ia akan menjadi bodoh.