Apakah Injil ditulis ketika Yesus masih hidup? Apakah ada buku Injil di masa lalu; jika ada, ke mana perginya, mengapa tidak ada jejak buku seperti itu dalam catatan sejarah?

Detail Pertanyaan

Injil yang ada saat ini diketahui ditulis sekitar 60-100 tahun setelah Isa (as). Oleh karena itu, tidak ada yang mengklaim bahwa Injil diturunkan atau ditulis oleh Isa (as). Di sisi lain, Al-Qur’an juga menyebutkan Injil sebagai sebuah kitab, lalu di mana kitab itu sekarang, apa yang terjadi padanya? Sebagai contoh, Taurat juga mengalami perubahan, tetapi mereka memiliki kitab yang diklaim sebagai kitab asli… Apakah Injil itu pernah ada di masa lalu? Jika ada, ke mana ia hilang, dan mengapa tidak ada jejak kitab tersebut dalam catatan sejarah?

Jawaban

Saudara kami yang terhormat,

Sama seperti nabi-nabi sebelumnya, Injil juga tidak ditulis dalam bentuk kitab tertulis pada masa hidup Isa (as). Karena masa dakwah Isa (as) yang singkat dan kondisi zaman yang tidak memungkinkan hal itu. Injil tertua yang ditulis adalah pada tahun 70 M setelah Isa (as). Oleh karena itu, kebenaran yang disampaikan Isa (as) tidak tercatat saat itu juga, kata-kata manusia bercampur dalam Injil yang ditulis kemudian, dan dengan demikian aslinya kitab tersebut telah mengalami penyelewengan.

Kitab-kitab ini dianggap berasal dari para rasul dan otentik. Tiga kitab pertama memiliki kesamaan dalam hal pokok permasalahan dan bab-babnya. Ketiga kitab ini disebut “ditulis dari sudut pandang yang sama”. Ketiga Injil ini mendahului Injil keempat secara kronologis. (Ekrem Sarıkçıoğlu, Sejarah Agama dari Awal hingga Hari Ini, Istanbul 1983, hlm. 206-207).

Dikatakan bahwa dari keempat Injil ini, Injil Markus adalah yang paling tua, dan Injil Matius dan Lukas mengambil teks mereka baik dari bentuk lama Injil Markus maupun dari sumber yang hilang dan disebut “o”. Injil Yohanes, yang merupakan Injil keempat, adalah Injil yang ditulis agak terlambat dan bercorak mistik (Schimmel age, hlm. 118; Bucaıller, age, hlm. 96).

Ia adalah salah satu dari 28 bapa gereja. Ia adalah salah satu rasul dan meninggal di Abisinia, tempat ia menetap untuk menyebarkan agama Kristen pada tahun 70 M. Dalam Injil, ia menekankan ke-Mesias-an Yesus.

Ia adalah murid Petrus, pemimpin para rasul. Ia meninggal di Mesir pada tahun 62 M, tempat ia menetap untuk menyebarkan agama Kristen. Injilnya terdiri dari 16 pasal dan menceritakan tentang kehidupan Nabi Isa (as).

Ia adalah murid Paulus, yang dikatakan sebagai dokter atau pelukis, bukan rasul. Injil ini ditulis sekitar tahun 60 M, terdiri dari 24 pasal. Isinya menceritakan kehidupan Isa (as) dan ajaran-ajarannya.

Injil ini, yang terdiri dari 24 pasal, diperkirakan ditulis oleh murid Yohanes. Injil ini secara tegas menekankan tesis bahwa Isa (as) adalah Putra Allah. Sebenarnya, Injil yang kita miliki saat ini terdiri dari 27 Injil, termasuk empat Injil ini dan 23 Injil lainnya. Padahal, Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa (as) hanyalah satu (Ahmet Kahraman, Sejarah Agama, Istanbul 1968, hlm. 189).

Menurut temuan seorang ilmuwan, dengan menyampaikan perkataan dan perbuatan Nabi Isa (as), tujuan utamanya adalah memperkenalkan kepada manusia petunjuk-petunjuk yang ingin ia tinggalkan pada saat penyelesaian risalahnya di dunia. Informasi tersebut hanyalah penyampaian oleh juru bicara komunitas-komunitas Yahudi-Kristen tentang kehidupan Nabi Isa (as), yang berupa informasi lisan atau tertulis yang terlestarikan, yang berperan sebagai perantara antara tradisi lisan dan teks-teks final, yang kini telah hilang. (Maurice Bucaille, ibid., hlm. 369).

(Ali Imran, 3/34).

(Al-Maidah, 5/110).


Salam dan doa…

Islam dengan Pertanyaan-Pertanyaan

Pertanyaan Terbaru

Pertanyaan Hari Ini