Saudaraku yang terkasih,
Teaddüd-i kudema;
adanya lebih dari satu yang qadim; yaitu adanya lebih dari satu yang azali, yaitu -naudzubillah-
keberadaan lebih dari satu dewa
artinya. Masalah ini adalah masalah teoritis dan merupakan permasalahan antara Ahlus Sunnah dan Mu’tazilah.
Mu’tazilah’
Menurutnya, jika berbagai sifat dikaitkan dengan zat Allah, maka keberadaan banyak entitas purba akan diakui. Dengan pemikiran ini, ia mengembalikan segala sesuatu kepada zat-Nya dan mengklaim bahwa sifat-sifat itu adalah makhluk.
Terhadap hal itu
Pandangan Ehl-i Hakk
Allah memiliki sifat-sifat dan
Sifat-sifat Allah bukanlah sama dengan zat-Nya.
Bukanlah demikian. Sifat-sifat Allah melekat pada Dzat Ilahi, dan bagi kita, hakikatnya pun tidak diketahui. Ahlul Haq-nya…
“Sifat-sifat Allah melekat pada Dzat Ilahi.”
pendapat,
teaddüd-i kudema
dengan demikian juga menghilangkan masalahnya.
(Untuk informasi lebih lanjut, lihat DİA Sıfat Mad. dan Bekir Topaloğlu, Maturidiyye Akaidi, MÜİF Vakfı Yayınları)
Salam dan doa…
Islam dalam Pertanyaan