Saudara kami yang terhormat,
Tidak ada mushaf seperti itu.
Klaim ini dibuat-buat untuk menanamkan keraguan terhadap Islam. Sebenarnya, kita dapat mengatakan bahwa aliran-aliran ekstrem tidak memiliki banyak kesamaan dengan Syiah dan Alevisme yang dekat dengan Ahlus Sunnah.
Haji Mirza Hussein bin Muhammad Taqiyn-Nuri At-Tabarsi menulis buku berjudul “Fasl-ul-Hıtab fi ispati Tahrifi Kitab-i Rabbil-Erbab” (Kata-Kata Terakhir dalam Membuktikan Pengubahan Kitab Tuhan Para Tuhan) di dekat makam yang dikaitkan dengan Imam Ali pada tahun 1292. Buku ini berisi klaim dari penulis Syiah yang hidup di berbagai abad yang menyatakan bahwa Al-Qur’an telah disunting, beberapa ayat dihapus, dan beberapa penambahan dilakukan.
Sebagian Syiah secara pasti menfitnah Abu Ja’far Muhammad al-Baqir dan para imam lainnya.
Karena, selama masa kekhalifahannya di Kufa, Ali (ra) tidak pernah menggunakan Al-Qur’an selain yang dikumpulkan oleh Utsman (ra). Dan ia juga tidak pernah menerbitkan Al-Qur’an lain. Jika ia memiliki Al-Qur’an lain, setidaknya ia akan menerbitkannya dan memerintahkan agar Al-Qur’an itu digunakan selama masa kekhalifahannya. Jika ia memiliki Al-Qur’an lain dan menyembunyikannya dari kaum Muslim, maka ia telah mengkhianati Allah, Nabi-Nya, dan agama Islam. Dapatkah ada fitnah yang lebih besar dari ini terhadap seorang pahlawan sekelas Ali (ra)?
Dia mengatakan bahwa dia mendengar kata-kata buruk itu dari para imam.
Jabr al-Ja’fi,
Meskipun dianggap dapat dipercaya menurut Syiah, ia dikenal sebagai pendusta di kalangan Ahlus-Sunnah. Abu Yahya al-Hamani berkata, “Saya mendengar Abu Hanifah berkata:
“Di antara orang-orang yang pernah kulihat, aku belum pernah melihat orang yang lebih mulia dari Ata, dan lebih pendusta dari Jabir al-Ja’fi.”
(Majalah Al-Azhar, Edisi: 308, Tahun: 1372)
Klaim yang lebih mengerikan adalah hal yang Anda tanyakan: Dalam buku yang berjudul al-Kafi (hal. 238, Cetakan 1381, Sh 57, Cetakan Iran 1278) terdapat informasi yang mereka rekayasa seolah-olah diriwayatkan dari Ja’far as-Sadiq:
«Diriwayatkan dari Abu Busayr, ia berkata: Aku mendatangi Abu Abdullah… Abu Abdullah (yaitu Ja’far as-Sadiq) berkata;– Kami memiliki mushaf Fatimah aleyhisselam.
– Lalu, apa itu Mushaf Fatimah?.. Katanya:
– Mushaf itu tiga kali lebih besar dari mushaf kalian ini. Demi Allah, tidak ada satu huruf pun di dalamnya yang sama dengan Al-Quran kalian ini.”
Mengklaim bahwa Al-Qur’an telah diubah berarti tidak menerima Islam. Tidak mempercayai fitnah-fitnah yang ditujukan kepada para Imam Ahlul Bayt adalah kewajiban setiap Muslim.
Klik di sini untuk informasi tambahan:
Bisakah Anda memberikan informasi yang lebih detail tentang penulisan, pengumpulan, dan penyusunan Al-Qur’an?
Salam dan doa…
Islam dengan Pertanyaan-Pertanyaan